Wednesday, October 04, 2006

INFO: Ternyata anak balita sudah secara intuitif mempunyai konsep
perbandingan (lebih banyak, sama dengan, lebih sedikit). Tampaknya
kemampuan dasar ini sudah ada dalam DNA kita seperti halnya kemampuan
dasar berbahasa.

------------ --------- --------- --------- -----

Anak Balita Menguasai Konsep Matematika

Anak usia di bawah lima tahun sudah menguasai konsep penjumlahan.
Anak-anak di bawah usia lima tahun (balita) ternyata dapat menyelesaikan
jenis operasi matematika tertentu sebelum memperoleh pelajaran
matematika secara formal, demikian hasil penelitian.

Tanyalah seorang anak berumur 5 tahun, apakah 13 ditambah 17 lebih besar
atau lebih kecil daripada 50. Maka, Anda akan terkejut melihat hasilnya.
Untuk mengetahuinya, para peneliti melakukan operasi serupa menggunakan
peragaan visual.

Dalam penelitian pertama, anak-anak dihadapkan pada 13 titik berwarna
biru di layar komputer. Kemudian ditambahkan 17 titik berwarna biru
lainnya sebelum kemudian digabungkan. Setelah itu, mereka diperlihatkan
50 titik berwarna merah dan ditanya mana lebih banyak, titik berwarna
biru atau berwarna merah.

Dengan cara seperti ini, ternyata sekitar dua pertiga dari jawaban yang
diberikan benar yaitu titik berwarna merah lebih banyak daripada titik
biru.

Dalam percobaan yang lain, anak-anak diminta untuk membandingkan jumlah
titik berwarna biru di layar dengan suara ketukan sejumlah titik yang
berwarna merah. Sekali lagi, mereka mampu menentukan mana yang lebih
besar. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki konsep abstrak tentang
angka yang melibatkan banyak sensor pengenal, seperti halnya orang
dewasa.

Temuan ini menunjukkan bahwa anak-anak memiliki intuisi sejak lahir
terhadap matematika yang mungkin dapat digunakan sebagai dasar agar
pelajaran sekolah lebih menyenangkan.

"Apa yang menjadi pusat perhatian pada angka setelah dewasa adalah dapat
menentukan angka 7, misalnya, dengan jumlah sesuatu yang
bermacam-macam, " kata Elizabeth Spelke, seorang psikolog di Harvard
University yang juga principal investigator dalam penelitian ini. "Kami
dapat mengatakan terdapat tujuh titik tapi juga terdapat suara yang
keluar tujuh kali. Meskipun melibatkan rangsangan sensor yang berbeda,
jumlahnya sama."

Penelitian terakhir yang dilakukan pada bayi dan primata menunjukkan
bahwa kemampuan ini sudah diperlihatkan sebelum umur 5 tahun. "Saya
pikir, percobaan terhadap bayi dan monyet menunjukkan bahwa kemampuan
ini bawaan lahir," kata Spelke.

Karena intuisi matematika terbukti diperlihatkan sejak dini, anak-anak
dapat meningkatkan kemampuannya untuk memecahkan berbagai bentuk masalah
aritmatika yang harus dihadapi di sekolah.

Menghindari tekanan

Seorang anak pertama kali menghadapi matematika di bangku sekolah dasar,
dan beberapa mampu menyelesaikan penambahan dan pengurangan dengan baik,
sedangkan perkalian dan pembagian merupakan proses yang panjang dan
membutuhkan tekanan.

"Anak-anak merasa bahwa simbol matematika tidak begitu sulit, dan
menarik sehingga anak-anak menyukai percobaan kami," kata Spelke. "Di
sana ada permainan, anak-anak sangat menyukai permainan dan mereka juga
nyaman di sana," tambahnya. Anak-anak bermain matematika tanpa
merasakannya.

Spelke menekankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan tapi ia
percaya para guru seharusnya menggunakan pengetahuan ini untuk
meningkatkan kepercayaan diri siswa-siswinya terhadap kemampuan
matematika, dan membuat pelajaran matematika lebih menyenangkan dan
menantang.

Cara-cara abstrak untuk mengajar matematika dapat juga digunakan untuk
mengajarkan simbol-simbol matematika yang harus dihadapai agar menjadi
sangat trampil di kemudian hari.

"Apa yang diperlihatkan oleh penelitian kami menunjukkan bahwa anak-anak
memiliki pemahaman terhadap penambahan dan angka. Oleh karena itu, kami
berharap dapat mengasah kemampuannya kepada instruksi matematika yang
lebih rumit," kata Spelke.

Temuan ini dijelaskan dalam jurnal Proceedings of the National Academy
of Sciences edisi 12 September.

Sumber: LiveScience. com

1 comment: