Tuesday, September 26, 2006

Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : "Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! " Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.

Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari

Monday, September 18, 2006

Cinta Sejati

Cinta adalah hal yang mengesankan....cinta tak akan pernah indah tanpa persahabatan...yang selalu menjadi penyebab yang lain. Seorang pecinta yang baik adalah sahabat yang terhebat. Jika engkau mencintai seseorang, jangan berharap bahwa seseorang itu akan mencintaimu persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama seperti yg kau harapkan,

Jangan pernah takut untuk jatuh cinta.....mungkin akan begitu menyakitkan, dan mungkin akan menyebabkan engkau sakit dan menderita......tapi jika engkau tidak mengikuti kata hati, pada akhirnya engkau akan menangis.....jauh lebih pedih.....karena saat itu menyadari bahwa engkau tdk pernah memberi .....cinta itu sebuah jalan.

Cinta bukan sekedar perasaan , tapi sebuah komitmen.....
Perasaan bisa datang dan pergi begitu saja.....
Cinta tak harus berakhir bahagia .....karena cinta tak harus berakhir.....

Cinta tidak untuk dipaksa, tapi cinta butuh saling pegertian.
Cinta harus dijaga bukan untuk diperdebatkan.......

Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan....dan mengerti apa yang tidak dijelaskan, sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau pikiran.......melainkan dari HATI.

Ketika engkau mencintai, jangan mengharap apapun sebagai imbalan , karena jika engkau demikian , engkau bukan mencintai, melainkan.....investasi

Jika engkau mencinta, engkau harus siap untuk menerima penderitaan.
Karena jika engkau mengharap kebahagiaan, engkau bukan mencintai, melainkan ......memanfaatkan.

Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama seseorang yg kau cintai....daripada kehilangan seseorang yg kau cintai, karena egomu yang tak berguna itu....

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, karena bunga akan mati kala musim berganti, cintailah mereka seperti sungai, sebab sungai mengalir selamanya....

Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu bagaikan kepingan2 kaca, tapi tancapkan dalam pikiranmu, bahwa ada seseorang yang akan menambal lukamu dengan mengumpulkan kembali pecahan2 kaca itu...
sehingga engkau akan menjadi utuh kembali..........

So........berjuanglah hingga dapat cinta sejati, OK.


Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo'akannya
walaupun dia tidak berada di sisi kita .

Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang
. dua telingan untuk mendengar dan dua mata untuk melihat .
tetapi mengapa Tuhan
hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah
memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya .....

Itulah cinta........

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba
.

Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup.

jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih
tidak dapat

melupakannya.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka

telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka
telah di khianati .

Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka tlah di sakiti
sebelumnya .

dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian

dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia

meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta
itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan
di benakmu itu sekarang selagi ada hayatnya .

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang
salah ,
sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana
berterimakasih atas karunia tersebut.

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh
menjadi bening , sakit menjadi sembuh , penjara menjadi telaga , derita
menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat .

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi
lebih
menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki
keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis ato
pemuda .......
ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu
mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri
mawar itu menusuk jari .

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang
yang
sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi
tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati
sehingga kamu kehilangannya.

Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi
.

Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa
dia
sebelumnya. Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar
benar mencintainya setulus hati .

Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat
menjadi sakit ,
orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya
menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para
pecinta PALSU !

Kemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan di
dalamnya .

dan kemungkinan apa yang kamu benci tersimpan kebaikan didalamnya.

Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada perempuan artinya alam,
cinta kepada diri artinya bijaksana,
cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa.

Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta kedalam laut, pasti ia
akan
membawa seekor ikan.

Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti,
pasti ia akan mati kelaparan.

Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam,
tetapi......
tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong
yang
bergaung atau sekedar canang yang gemericing.

Cinta adalah keabadian... dan kenangan adalah hal terindah yang pernah
di miliki .

Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai
cinta
karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dilihat oleh kasat mata,
sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati
dan
meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin.

Inilah dahsyatnya cinta!

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi
dirinya
sendiri dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika
tidak , kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan
didalam dirinya .

Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. Namun apabila
sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia
pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut ,
tetapi.....
cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat
menilai kesuciannya .

Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk
dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta
itu tak pernah hadir !

by zhoel ^o^
GARAM & TELAGA

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak hanya mendengarkannya dengan seksama.

Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan.

Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya ujar pak tua itu. Pahit...pahit sekali, jawab sang tamu, sambil meludah ke samping. Pak tua itu sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak tua itu lalu kembali menaburkan segenggam garam kedalam telaga itu. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air mengusik ketenangan telaga itu.

Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah!Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak tua berkata lagi, Bagaimana rasanya?Segar, sahut tamunya. Apakah kamu merasakan garam dalam air itu? tanya pak tua lagi. Tidak, jawab si anak muda.

Dengan bijak, pak tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.

Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu sama dan memang akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya.

Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.Pak tua itu lalu kembali memberikan nasehat. Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak tua si orang bijak itu kembali menyimpan segenggam garam untuk anak muda yang lain yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.
Kaca Spion

Pernah tidak memperhatikan kaca spion, bentuknya, fungsinya, letaknya?
Mungkin juga ada yang sangat merasa terganggu oleh keberadaannya.
Lho kenapa demikian? bukankah keberadaan kaca yang satu ini sangat membantu bahkan sangat vital fungsinya bagi pengendara, terutama pengendara sepeda motor?.
Iya, itu juga yang menjadi kepenasaran saya kenapa adik saya yang masih ABG dan mungkin kebanyakan teman sebayanya yang punya motor sangat merasa terganggu dengan keberadaan kaca spion di motornya. Saya sangat khawatir kalau adik saya keluar dengan motornya yang tidak berkaca spion.
"gak keren kalau pake kaca spion" begitu alasannya.

Walaupun dipasaran sekarang banyak beredar kaca spion modif dengan aneka bentuk dan warna, tapi rupanya motor "tak berkaca spion" terlihat lebih cool dimata mereka. Hmmm.....
Kadang saya berpikir kenapa kendaraan harus pakai kaca spion?
Memang kalau diperhatikan bentuknya, apalagi yang standar, kadang gak matching sama motornya, secara disain kurang sreg mungkin ya....

Tapi bagaimanapun kaca spion, memiliki fungsi yang sangat vital.
Coba bayangkan (kalau mau lebih yakin, coba sekali-sekali) berkendara tanpa kaca spion, bagaimana rasanya?. Walaupun masih lancar-lancar saja, tapi pasti terasa ada yang kurang. Terutama kita akan kehilangan "mata" yang mampu melihat keadaan dibelakang kendaraan kita. Dijalan raya seperti sekarang ini dengan kendaraan yang sangat padat, sangat beresiko.
Kalu tidak mau leher sakit dan konsentrasi terganggu akibat sering menengok kebelakang, mau tidak mau pakai saja kaca spion.

Kaca spion, kalau tidak salah mungkin berasal dari kata "spionase" atau dalam bahasa Indonsia mata-mata". Dan memang begitulah fungsi kaca spion, untuk memata-matai keadaan dibelakang (kendaraan) kita.
Dalam hidup pun sebenarnya kita memerlukan "kaca spion" untuk memberikan gambaran kearah depan perjalanan hidup kita.
Mungkin kaca spion dalam hidup kita bisa diartikan sebagai "kenangan" masa lalu kita.

Seperti kaca spion, seyogyanya begitulah kita memperlakukan kenangan hidup kita.
Selalu ada sesuatu yang bisa kita ambil darinya, entah itu sebagai cerminan untuk kita bisa melangkah kedepan dengan lebih baik, tidak terjatuh pada lubang (kesalahan) yang sama atau untuk tersenyum mengenang indahnya masa-masa pacaran di SMA misalnya. Hmmm sangat menyenangkan bukan?
Tapi seperti kaca spion, cukuplah melihat kenangan sekali-kali saja, karena bagaimanapun hidup adalah perjalanan kedepan, jangan terpaku pada masa lalu. Jadikan masa lalu sebagai kaca spion yang akan memandu perjalanan kedepan.
Masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat. Itulah sebabnya mengapa disebut "kenangan".

Learn from other mistakes
You can't live long to experience it for yourself
Belajarlah dari kesalahan orang lain
Engkau tidak dapat hidup lama untuk
mendapatkan itu semua dari dirimu sendiri
(anonim)
Cermin yang Terlupakan

Pada suatu ketika, sepasang suami istri, katakanlah nama mereka Smith,
mengadakan 'garage sale' untuk menjual barang-barang bekas yang tidak
mereka butuhkan lagi. Suami istri ini sudah setengah baya, dan anak-anak
mereka telah meninggalkan rumah untuk hidup mandiri.

Sekarang waktunya untuk membenahi rumah, dan menjual barang-barang yang
tidak dibutuhkan lagi. Saat mengumpulkan barang-barang yang akan dijual,
mereka menemukan benda-benda yang sudah sedemikian lama tersimpan di gudang.
Salah satu di antaranya adalah sebuah cermin yang mereka dapatkan sebagai
hadiah pernikahan mereka, dua puluh tahun yang lampau.

Sejak pertama kali diperoleh, cermin itu sama sekali tidak pernah digunakan.
Bingkainya yang berwarna biru aqua membuat cermin itu tampak buruk, dan
tidak cocok untuk diletakkan di ruangan mana pun di rumah mereka. Namun
karena tidak ingin menyakiti orang yang menghadiahkannya, cermin itu tidak
mereka kembalikan. Demikianlah, cermin itu teronggok di loteng. Setelah dua
puluh tahun berlalu, mereka berpikir orang yang memberikannya tentu sudah
lupa dengan cermin itu. Maka mereka mengeluarkannya dari gudang, dan
meletakkannya bersama dengan barang lain untuk dijual keesokan hari.

Garage sale mereka ternyata mendapat banyak peminat. Halaman rumah mereka
penuh oleh orang-orang yang datang untuk melihat barang bekas yang mereka
jual. Satu per satu barang bekas itu mulai terjual. Perabot rumah tangga,
buku-buku, pakaian, alat berkebun, mainan anak-anak, bahkan radio tua yang
sudah tidak berfungsi pun masih ada yang membeli.

Seorang lelaki menghampiri Mrs. Smith.
"Berapa harga cermin itu?" katanya sambil menunjuk cermin tak terpakai
tadi. Mrs. Smith tercengang.

"Wah, saya sendiri tidak berharap akan menjual cermin itu. Apakah Anda
sungguh ingin membelinya?" katanya.

"Ya, tentu saja. Kondisinya masih sangat bagus." jawab pria itu. Mrs.
Smith tidak tahu berapa harga yang pantas untuk cermin jelek itu. Meskipun
sangat
mulus, namun baginya cermin itu tetaplah jelek dan tidak berharga.

Setelah berpikir sejenak, Mrs. Smith berkata, "Hmm .... anda bisa membeli
cermin itu untuk satu dolar."

Dengan wajah berseri-seri, pria tadi mengeluarkan dompetnya, menarik
selembar uang satu dolar dan memberikannya kepada Mrs. Smith. "Terima
kasih," kata Mrs. Smith, "Sekarang cermin itu jadi milik Anda. Apakah perlu
dibungkus?" "Oh, jika boleh, saya ingin memeriksanya sebelum saya bawa
pulang." jawab si pembeli.

Mrs. Smith memberikan ijinnya, dan pria itu bergegas mengambil cerminnya dan
meletakkannya di atas meja di depan Mrs. Smith. Dia mulai mengupas
pinggiran bingkai cermin itu. Dengan satu tarikan dia melepaskan lapisan
pelindungnya dan muncullah warna keemasan dari baliknya. Bingkai cermin
itu ternyata bercat emas yang sangat indah, dan warna biru aqua yang selama
ini menutupinya hanyalah warna dari lapisan pelindung bingkai itu! "Ya,
tepat seperti yang saya duga! Terima kasih!" sorak pria itu dengan gembira.
Mrs. Smith tidak bisa berkata-kata menyaksikan cermin indah itu dibawa
pergi oleh pemilik barunya, untuk mendapatkan tempat yang lebih pantas
daripada loteng rumah yang sempit dan berdebu.

Kisah ini menggambarkan bagaimana kita melihat hidup kita. Terkadang kita
merasa hidup kita membosankan, tidak seindah yang kita inginkan. Kita
melihat hidup kita berupa rangkaian rutinitas yang harus kita jalani. Bangun
pagi, pergi bekerja, pulang sore, tidur, bangun pagi, pegi bekerja, pulang
sore, tidur. Itu saja yang kita jalani setiap hari.

Sama halnya dengan Mr. dan Mrs. Smith yang hanya melihat plastik pelapis
dari bingkai cermin mereka, sehingga mereka merasa cermin itu jelek dan
tidak cocok digantung di dinding. Padahal dibalik lapisan itu, ada warna emas yang indah.

Padahal di balik rutinitas hidup kita, ada banyak hal yang dapat memperkaya
hidup kita.

Setiap saat yang kita lewati, hanya bisa kita alami satu kali seumur hidup
kita. Setiap detik yang kita jalani, hanya berlaku satu kali dalam hidup
kita. Setiap detik adalah pemberian baru dari Tuhan untuk kita.

Akankah kita menyia-nyiakannya dengan terpaku pada rutinitas?

Akankah kita membiarkan waktu berlalu dengan merasa hidup kita tidak seperti yang kita inginkan?

Setelah dua puluh tahun, dan setelah terlambat, barulah Mrs. Smith menyadari
nilai sesungguhnya dari cermin tersebut. Inginkah kita menyadari keindahan
hidup kita setelah segalanya terlambat? Tentu tidak. Sebab itu, marilah kita
mulai mengikis pandangan kita bahwa hidup hanyalah rutinitas belaka. Mari
kita mulai mengelupas rutinitas tersebut dan menemukan nilai sesungguhnya dari hidup kita.

Marilah kita mulai menjelajah hidup kita, menemukan hal-hal baru, belajar lebih banyak, mengenal orang lebih baik.
Mari kita melakukan sesuatu yang baru.
Mari kita membuat perbedaan!

Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan.
Dan semua hasrat - keinginan adalah buta , jika tidak di sertai pengetahuan .
Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak di ikuti pelajaran .
Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak di sertai cinta .