Thursday, September 07, 2006

Program Kriptografi untuk Internet

Merubah data ke dalam sandi matematika untuk salah satunya
mengamankan transaksi melalui internet.

Kita yang hidup di zaman digital, tentu saja tidak mau membeberkan
rahasia pribadi begitu saja. Atau juga meminjamkan kartu kredit atau
kartu ATM kepada orang yang tidak dikenal. Tapi, disadari atau
tidak, seringkali kita membeberkan rahasia pribadi atau meminjamkan
kartu kredit kepada orang tidak dikenal. Yakni ketika melakukan
transaksi pembelian di supermarket, membeli barang secara online
atau ketika memesan tiket pesawat lewat internet.

Mata-mata Lalulintas Internet

Tentu saja banyak yang berkilah, transaksi semacam itu biasanya
aman, karena perusahaan pasti memasang program pengaman. Tapi siapa
yang dapat menjamin, bahwa transaksi online kita tidak dimata-matai
dan email pribadi kita tidak dibaca orang lain. Semua pengguna
internet pasti mengetahui, kini terdapat ratusan atau bahkan ribuan
program komputer berupa worm, troya atau pishing, untuk memata-matai
lalulintas email, data pribadi atau untuk membajak transaksi online.
Para cracker internet ibaratnya tidak pernah tidur.

Dengan adanya celah yang menganga dalam bisnis virtual semacam itu,
kini permintaan akan pengaman data serta akses internet terus
meningkat. Sistem pengaman yang digunakan biasanya bahasa
kriptografi yang menyalin data sensitif, seperti detail kartu kredit
atau rekening bank, ke dalam bahasa sandi matematika. Setelah diubah
menjadi bahasa kriptografi, biasanya data dikirimkan dengan
dilindungi tandatangan digital.

Pengamanan Transaksi Online

Salah seorang pakar kriptografi terkemuka di Jerman adalah Claus
Peter Schnorr. Ia merupakan professor di bidang matematika dan
informatika di Universitas Goethe di Frankfurt am Main. Schnorr
adalah pemenang hadiah Leibniz, penghargaan paling bergengsi di
bidang ilmu pengetahuan di Jerman, tahun 1993 lalu. Salah satu
program kriptografi yang dikembangkannya, yang disebut tandatangan
Schnorr, kini digunakan secara luas, sebagai standar pengaman
transaksi virtual. Menyangkut pentingnya kriptografi dalam internet
Schnorr mengatakan:

"Adalah kenyataan, bahwa Kriptografi dalam zaman internet memiliki
arti penting, sebagai sebuah teknologi yang mutlak diperlukan. Kita
dapat menjamin keamanannya, menggunakan tandatangan digital atau
melalui kode sandi, dan teknologinya tidak dapat digantikan oleh
yang lainnya."

Data Tidak Dapat Dibajak

Para pengguna internet dapat mengenali dengan mudah sebuah situs
yang aksesnya diamankan. Biasanya situsnya memiliki icon sebuah
kunci gembok kuning di bagian kanan bawah. Akses aman dalam hal ini
berarti, setiap data yang dikirimkan diubah menjadi kode sandi,
sehingga tidak ada yang dapat membajak atau mengubah isinya di
tengah jalan. Sementara komputer penerima, juga harus dapat
membuktikan, bahwa perangkat ini memiliki hak untuk menerima dan
membuka data yang ditransfer. Untuk itu, sistem komputer biasanya
menggunakan bermacam-macam kode pemecah sandi. Rinciannya tidak
perlu diketahui oleh pengguna internet yang awam. Karena Web-Browser
yang dirancang untuk itu, akan memecahkan kodenya secara otomatis.
Schnorr menjelaskan :

"Jadi, mereka yang menggunakan tandatangan digital, tidak perlu
mengetahui latar belakang teknisnya. Yang ia perlukan hanyalah,
tombol mana yang harus ia tekan, untuk menciptakan tanda tangan
digital. Bahkan program yang sekarang lazim digunakan, adalah sebuah
varian yang penggunanya bahkan tidak mengetahui, bahwa ia telah
menggunakan kode sandi pengaman. Misalnya saja, jika kita men-down
load sebuah software dari internet, kita harus yakin yang di down
load adalah program yang asli, karena itu biasanya prosesnya
dikaitkan dengan tandatangan digital. Dan tentu saja kode pengaman
digital ini harus diperiksa terlebih dahulu."

Bilangan Primer

Tandatangan digital dan kode sandi internet merupakan fungsi
matematika. Untuk membuatnya digunakan bilangan primer, yakni
bilangan yang hanya dapat dibagi oleh dirinya sendiri, serta fungsi
algoritma searah. Dengan algoritma searah, penghitungan hanya dapat
dilakukan pada satu arah saja. Jika arahnya dibalik, biasanya hal
itu dilakukan para cracker untuk memecahkan kode sandi kriptografi
bersangkutan, fungsi matematikanya langsung akan macet.

Bilangan primer amat penting untuk mengamankan fungsi algoritma yang
disusun. Biasanya bilangan primer yang digunakan cukup besar, dalam
arti meliputi ratusan bilangan. Sekarang ini, fungsi algoritma
dengan 128 bilangan primer sudah merupakan standar baku pengaman.
Dengan jumlah bilangan primer cukup panjang, fungsi pengaman
dioptimalkan, dengan begitu para cracker akan sulit membalik arah
algoritmanya, untuk memecah kode sandi bersangkutan.

Bertarung Melawan Cracker

Tentu saja semua kode algoritma untuk mengamankan transaksi virtual
hanya berlaku untuk periode tertentu. Para cracker di seluruh dunia
terus berusaha memecahkan kode sandi paling canggih sekalipun. Ada
yang tujuannya hanya untuk menunjukan, bahwa dialah programer paling
jagoan. Tapi banyak pula yang bertujuan kriminal. Namun komputer
modern juga dilengkapi program, yang terus mengembangkan kode
pengaman baru, jika kode pengaman sebelumnya diserang habis-habisan
oleh para cracker. Claus-Peter Schnorr menjelaskan :

"Demi keamanan kode sandi, harus dijamin bahwa programnya cukup
tangguh untuk jangka waktu tertentu, biasanya untuk waktu 10 tahun.
Biasanya hal itu dilakukan dengan mengaitkannya pada kenaikan
kinerja komputer. Misalnya saja kemampuan operasi chips komputer
meningkat dua kali lipat setiap jangka waktu 18 bulan. Internet
memiliki kemampuan tambahan, yang memungkinkannya meningkatkan
kinerja program pengaman algoritma, yang melibatkan banyak komputer
dalam jaringannya. "

Belum Ada Yang Sempurna

Pada prinsipnya, selama sebuah kode pengaman dapat bertahan dari
serangan untuk memecah kode algoritmanya, jaringannya tetap aman.
Hingga kini memang belum ditemukan adanya jaringan komputer yang
digunakan untuk memecahkan program kriptografi pengaman pertukaran
data pada saat belanja online. Akan tetapi juga harus disadari,
tidak ada program pengaman yang 100 persen aman. Fakta menunjukan,
terdapat sejumlah kode pengaman online yang dapat dipecahkan atau
dibobol.

Bagi penggguna internet, hal ini berarti bencana. Sebab pertukaran
data yang dilakukan menjadi tidak aman. Akan tetapi bagi para pakar
matematika, kasus pemecahan atau pembobolan fungsi algoritma atau
kriptografi pengaman, justru merupakan tantangan baru. Sebab, hanya
sebuah fungsi algoritma yang dapat dibobol yang dapat memberikan
informasi, bahwa fungsi matematikanya memiliki titik lemah.

Professor Schnorr mengatakan: "Tidak ada sistem pengamanan, yang
tidak berlandaskan persyaratan tertentu. Keamanan ibaratnya sebuah
barang, yang tidak gratis dan tidak dapat dilepaskan dari pengaruh
lingkungannya. Seperti juga sistem keamanan yang kita saksikan dalam
kehidupan sehari-hari. Hal itu tidak merupakan jaminan mutlak, tapi
merupakan sesuatu yang juga harus dikelola dengan logika dan akal
sehat."

Sunday, September 03, 2006

Bangga Menjadi Orang Indonesia

Zev, akhir-akhir keliatannya ini kebanggaan menjadi
orang Indonesia semakin luntur. Atau dari cerita sebelumnya ada yang
bingung mencari alasan untuk bisa bangga menjadi orang Indonesia.
Saya iseng-iseng nulis tulisan di bawah ini, siapa tahu bisa menjadi
jawaban buat yang bingung mencari alasan untuk bisa bangga menjadi orang
Indonesia. Appreciate kalau di muat, kalau nggak ya nggak apa-2, namanya
juga usaha.

Anda orang Indonesia?
Masih tinggal di Indonesia?
Di Jakarta?
Ke kantor naik bis- umpel-umpelan?
Lalu lintas macet?
Pernah Naik kereta super ekonomi ke Yogya or Surabaya ?
Pernah kebajiran?
Pernah dipalakin di bus sama gerombolan preman?

Kalau semua jawaban di atas = "Ya", maka saya hanya
Cuma bisa berkomentar : "Kaciaannn deh elo..." Hi... hi..
hi... maaf-maaf, saya hanya bercanda, jangan di ambil hati.
Bukannya congkak.. bukannya sombong.. atau kagetan karena
baru 2.5 tahun terakhir tinggal di Bangkok dan Singapore,
terus seenak udelnya sendiri ngeledek
saudara-saudara yang masih di tanah air.

Sebaliknya , dalam tulisan ini, saya ingin menghibur
saudara-saudara yang jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas = ya
atau 80% ya. Jika demikian halnya, maka nasib Anda sebenernya tidak
jauh beda dengan nasib saya. Cuma sedikit perbedaannya yaitu, bagi saya :
itu nasib saya dulu, sementara bagi Anda: yah... itu nasib anda sekarang
(lagi : kaciaannn deh elo... hi.. hi..hi.. ketawa jahil).

Ok, sekarang saya serius. Kalau Ada yang bertanya:
apa sih yang bisa dibanggakan for being Indonesian? Maka jawaban saya
adalah : Kita harus bangga karena kita orang Indonesia Bisa dan Biasa
hidup susah!!! Becanda lagi nih? Nggak, saya Serius!! Saya nggak boong.
Kalau saya boong biarkan Tuhan memberikan cobaan yang berat pada saya
(red : kata pak ustadz harta yang berlimpah merupakan cobaan yang berat)

Kemampuan untuk hidup susah (saya sebut aja "survival ability" ya) tidak
dimiliki orang-orang yang lama hidup di negara-negara mapan. Boss saya
(orang India) pernah cerita: suatu ketika teman-nya-sebut saja Sarukh
dan keluarganya - pamit pada boss saya pulang ke negara asalnya -
India yang murah meriah untuk menikmati pensiun dini, setelah 15 tahun
kerja di Singapore . Eee... belum satu tahun pamitan, pulang ke India -
si Sarukh sudah balik lagi ke Singapore, dan kali ini minta bantuan Boss
saya untuk dicariin kerjaan lagi di Singapore.

What happened? Tanya boss saya. Sarukh bercerita, setelah pulang ke
India, anak remajanya yang dibesarkan di Singapore menjadi rada-rada
stress dan menjadi pasien tetap psikiater di sana.
Selidik-punya selidik agaknya hal itu disebabkan karena Anaknya Sarukh
tidak bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan dari kondisi yang
sangat mapan (Singapore) ke kondisi yang sebaliknya (India).
Jadi, dalam hal ini, anak si Sarukh yang sudah biasa hidup dalam
kemapanan tidak punya "kemampuan bertahan waras" untuk hidup di negara
yang belum mapan.
Demi kebaikan anaknya, akhirnya si Sarukh memutuskan menunda pensiun
dini-nya dan kembali kerja di Singapore.

Kalau kita-kita yang sudah biasa hidup susah di Jakarta, pindah or
berkunjung ke India sih nggak ada masalah. Saya jadi ingat, 2 tahun lalu
ketika saya dan rekan-2 kerja saya berkunjung ke India, boss saya
wanti-wanti untuk : bawa obat sakit perut, dan selama di India hanya
minum-minuman dari botol/kaleng. Kalau ke restoran local jangan
sekali-kali minum air putih yang disediakan dari dari Teko/ceret di
restoran tersbut, karena Kebersihan Airnya tidak terjamin, dan biasanya
perut orang asing tidak siap untuk itu; begitu nasehat boss saya.

Pada waktu itu satu rombongan yang berangkat ke India terdiri dari 5
orang. Satu orang Jepang -dari Jepang, dua orang Singapore dan dua
orang Indonesia (termasuk saya baru sebulan kerja di Singapore). Dalam 2
minggu kunjungan ke India, kolega dari Singapore dan Jepang langsung
menderita diare di Minggu pertama ke India, - diseliki, kemungkinan
penyebabnyat adalah mereka pernah memesan kopi atau the di restoran
local pada saat makan siang (yang tentunya tidak dari botol), Sementara
si orang Jepang, walaupun secara ketat dia hanya minum-minuman botol
atau kaleng selama makan di restoran-restoran lokal, terkena diare
diduga karena si orang jepang ini menggunakan air keran dari hotel
untuk berkumur-kumur selama sikat gigi. Sedangkan saya dan satu orang
rekan lagi dari Indonesia, sehat walafiat tidak menderita suatu apapun
selama di sana (mungkin karena di Indoneisa, sudah terbiasa jajan es
dipinggir jalan yang mungkin airnya tidak lebih bersih dari air di
restoran-restoran India)

What is the moral of the story? Kita harus bangga karena Kita bisa lebih
baik dari orang Jepang dan Singapore!!!! (at least, dalam hal ketahanan
perut).

Cerita lainnya lagi, bulan lalu saya di kirim kantor (yang base-nya di
Singapore) untuk mengikuti sebuah workshop di Rio de Janeiro Brazil.
Total waktu trempuh saya dari Singapore ke hotel saya di Rio de Janeiro
Brazil adalah 36 jam (termasuk 5 jam transit di Eropa). Sebenarnya,
dari Singapore ke Brazil, jalur yang paling umum dan cepat adalah ke
arah Timur, transit di Amerika, terus ke Brazil.
Dengan jalur ini saya perkirakan, dalam 26-30 Jam saya sudah bisa
mencapai Brazil. Cuma, karena saya orang Indonesia, untuk transit di
Amerika pun saya butuh apply VISA Amerika, yang mana proses aplikasi visa
tersebut memerlukan waktu sedikitnya 2 minggu. Padahal, saya tidak punya
waktu sebanyak itu.
Alhasil, yah begitulah, saya harus memilih rute yang sebaliknya,
mengeliling belahan bumi bagian barat, transit di Amsterdam, dengan
waktu tempuhnya 6- 10 jam lebih lama. Jadinya, cukup melelahkan, tapi
nggak apa-apa, namanya juga orang Indonesia, harus terbiasa dengan
hal-hal yang susah-susah.

Saya sampai di hotel di Rio, hari minggu jam 11 Malam. Dan keesokan
paginya saya langsung mengikuti workshop di sana.
Walaupun masih terasa lelah, saya tetap berusaha untuk terlibat aktif
dalam workshop pagi itu, dengan mengajukan pertanyaan atau memberi masukan
atas pertanyaan peserta lainnya. Pada saat istirahat, saya sempat
berbincang-bincang dengan kolega-kolega dari Jerman peserta workshop
itu. Beberapa dari mereka mengeluh kecapaian dan menderita "jet lag",
karena mereka telah menempuh 12 jam perjalanan dari Jerman, dan baru
saja tiba di Brazil hari minggu siang, sehingga belum cukup waktu
istirahat untuk adaptasi Jet lag, begitu keluh mereka. Lalu, saya berkata
pada mereka, bahwa sebenarnya mereka lebih beruntung dari saya, karena
saya harus menempuh 36 jam perjalanan dari Singapore, dan baru tiba di
hotel pukul sebelas malem, kurang dari 12 jam sebelum workshop dimulai.
Mereka tertegun, salah seorang dari mereka bertanya pada saya: "Tapi
kamu naik pesawat, di kelas Bisnis khan?"

"Tidak, jatah saya Cuma kelas ekonomi", jawab saya lagi.
Mereka terlihat semakin terkagum-kagum (atau kasihan?), dan salah
seorang dari mereka memuji.
"Its very impressive, you guys Singaporean are really-really hard
workers"
"I'm not Singaporean, I'm Indonesian working in Singapore" jawab saya
dengan bangga.

Agaknya, hari itu saya menjadi cukup terkenal di kalangan kolega dari
Jerman, hanya karena terbang selama 36 jam dari Singapore 12 jam
sebelumnya dan masih bisa secara aktif mengikuti workshop tersebut.
Saya tahu kalau saya menjadi pembicaraan mereka, karena sewaktu makan
malam, kolega dari jerman lainnya - yang saya tidak pernah ceritakan
mengenai perjalanan saya dari Singapore - bertanya pada saya tips and
trick supaya bisa tetap segar setelah menempuh perjalanan begitu lama
(ini berarti dia mendapatkan cerita saya dari kolega jerman lainnya).
Saya bingung jawabnya. Ingin sekali saya menjawab :
"Berlatihlah dengan naik kereta api super ekonomi dari Jakarta ke
Surabaya di saat-saat mendekati hari lebaran. Kalau Anda terbiasa dengan
alat transportasi ini- di mana tidak hanya species "Homo Sapiens" yang
bisa menjadi penumpangnya, dan di tambah lagi waktu tempuhnya
yang lama sekali karena hampir di setiap setasion harus berhenti,
maka Anda akan bisa menaklukkan semua alat transportasi terbang apapun
yang di muka bumi ini".

Namun, saya urungkan memberi jawaban di atas, karena saya khawatir dia
tidak akan mengerti atas apa yang saya jelaskan, dan saya yakin mereka
tidak bisa "survive" dengan alat transportasi ini, yang fasilitasnya
tentu jauh dari kelas Bisnis pesawat terbang (Note :
kolega saya dari jerman, otomatis mendapat fasilitas kelas bisnis di
pesawat apabila waktu tempuhnya lebih dari 10 jam). Seminggu,
setelah saya pulang dari Workshop di Brazil, ntah karena terkagum-kagum
dengan "kemampuan hidup susah" (dari sudut pandang mereka) yang saya
miliki, atau karena alasan lainnya, kolega saya dari Jerman yang saya temui di
Brazil, menghubungi atasan saya yang intinya meminta saya untuk
ditugaskan ke Jerman, membantu project yang saat ini sedang berjalan di
sana. Alhasil, bulan September - November saya akan bergabung dengan
kolega-kolega di Jerman menyelesaikan project di sana. Cukup membanggakan,
karena, kata boss saya, ini kali pertama "Kantor Pusat" meminta
bantuan dari kantor cabang untuk mensupport project yang sedang mereka
kerjakan di kantor pusat.

Jadi setelah membaca tulisan ini, saya harap pembaca sekalian punya
alasan semakin bangga menjadi orang Indonesia. Kalau anda lagi di luar
negeri dan ditanya "Anda dari mana?" Jawablah dengan bangga:

Ya, Saya dari Indonesia, Negara yang lagi susah,
Saya juga hidupnya susah
Tapi saya bisa "survive", Dan saya bangga karenanya!!!
Any Problem???

Mahendra Hariyanto, Singapore, 24 Agustus 2006.
Selamat merayakan HUT kemerdekaan ke 61. MERDEKA!!!!
ISNIS STRATEGI DAN PEMASARAN IMPLIKATIF
MEMBANGUN ASET PALING BERHARGA

Produk adalah barang yang dihasilkan pabrik, sementara merek adalah sesuatu yang dicari pembeli. Produk amat mudah ditiru, sementara merek selalu memiliki keunikan dan nilai tambah yang sangat signifikan. Produk cepat usang, sementara merek yang sukses akan bertahan sepanjang zaman.

Stephen King, CEO WPP Group, London

Di sebuah kawasan kota tua Bandung berjajar sejumlah factory outlet. Pada setiap akhir pekan atau musim libur, betapa sulitnya mencari parkir di sana. Hampir semua toko dijejali pembeli. Begitu penuhnya, hingga pembeli tak leluasa memilih barang.Di sini kita bisa membeli busana bermerek dengan harga miring,� ujar salah seorang pembeli yang baru saja keluar dari sana.

Merek memang telah menjadi mantra sakti pendongkrak produk. Sebuah baju buatan Pasar Kemis, Tangerang, berlabel premium harus ditukar dengan beberapa lembar Rp 100 ribu. Namun produk buatan pabrik yang sama, dengan bahan, model, potongan, jahitan, warna ataupun ukuran yang sama, tapi diberi merek lain, harganya jatuh hingga beberapa puluh ribu rupiah saja sekitar 10% dari produk berlabel premium tadi. Di Bandung, sebuah pabrik rumahan memproduksi sepatu wanita untuk merek premium Escada yang dijual di New York dengan harga tak kurang dari US$ 800. Dengan desain dan bahan yang sama, sepatu itu dijual di Bandung dengan merek sendiri (inisialnya F). Harganya? Untuk partai besar kami lepas dengan harga Rp 80 ribu,kata M, pemiliknya.

Berkat merek, produk yang sama bisa berharga berbeda. Seperti kata Stephen King di atas, merek adalah sesuatu yang dicari pembeli. Tegasnya, konsumen cenderung membeli merek, bukan produk. Produk telah menjadi sekadar komoditas yang bisa ditiru dan dibuat siapa saja, sementara merek merupakan aset tak berwujud (intangible asset) yang digdaya dalam memberi nilai tambah, dan secara hukum dilindungi dari peniruan. Konsumen merasa lebih bergaya, bergengsi, dan bermartabat bila mengenakan merek tertentu. Tak heranlah, Kent Wertime dalam buku larisnya Building Brands & Believers menyebut peranan merek sebagai aset terpenting perusahaan akan kian berlipat ganda di era ekonomi citra (the image economy) kini.

Pentingnya peran brand inilah yang membuat kami tak jemu mengangkat topik ini dan melengkapinya dengan ajang khusus penganugerahan Indonesian Best Brand Award (IBBA), yang tahun ini adalah yang kelima kalinya. Seperti juga pada tahun-tahun sebelumnya, untuk mengukur nilai merek (brand value) ini kami bekerja sama dengan MARS lembaga survei pasar yang reputasinya telah teruji.

Nilai suatu merek diukur dari 6 variabel, yakni:
(1) popularitas merek (brand awareness);
(2) popularitas iklan (ad awareness);
(3) nilai merek (brand value), yang diukur dari persepsi atas kualitas merek itu (perceived quality);
(4) tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan (satisfaction & loyalty index);
(5) pangsa pasar (market share); serta
(6) potensi merek untuk mengakuisisi konsumen di masa depan (gain index). Nilai merek sendiri merupakan hasil menyeluruh dari perolehan pada ke-6 variabel ini setelah dilakukan pembobotan.

Dari hasil survei yang dilakukan di lima kota besar (Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Medan) ini kita dapat mengetahui posisi, perubahan, dan persaingan setiap merek dengan merek lainnya pada setiap elemen yang diukur. Kita harus waspada dan menciptakan nilai tambah baru bila posisi kita didekati apalagi bila disalip pesaing.

Bila nilai gain index kita tinggi, kita boleh lega karena ini berarti merek kita berpotensi merebut konsumen yang selama ini menggunakan merek lain. Namun untuk mengubah potensi tadi menjadi realitas, tentu saja kita harus mampu meyakinkan potential customer agar menjadi actual customer. Misalnya dengan memberikan nilai tambah dan benefit yang lebih baik lagi. Sebaliknya, bila gain index kita rendah (apalagi negatif), ini berarti kita harus segera bertindak. Itu merupakan early warning sistem yang memberi sinyal akan adanya kompetitor yang berpotensi merebut pelanggan kita.

Mengucurkan investasi guna membangun merek yang kuat bukanlah suatu pemborosan apalagi kesia-siaan. Pada bagian lain rangkaian Sajian Utama ini Anda bisa menyimak bagaimana mereka-merek yang kuat membendung serangan lawan dan menguasai pangsa pasar.

Meski dikepung Star Mild, Marlboro Lights, Clas Mild dan LA Lights, Sampoerna Mild tetap berjaya. Begitu pula Indomie tetap bertengger di puncak singgasana meski diserang Mie Sedaap habis-habisan.

Dengan penilaian terhadap merek yang relatif menyeluruh ini, tak berlebihan bila IBBA dikatakan sebagai barometer kekuatan merek yang berkelanjutan. Dengan data konkret yang dihimpun dari pasar ini, perusahaan tak perlu lagi hanya mengandalkan feeling, sehingga tahu bagaimana seharusnya memperlakukan mereknya ke depan. Di tengah persaingan yang sangat ketat dan dinamis, alat ukur seperti ini sangat diperlukan. Pentingnya kepedulian terhadap merek menjadi semakin mendesak melihat tren terjadinya komoditasi produk.

Simak saja kenyataan di pasar, hampir tak ada pembeda signifikan antara suatu produk dengan produk lainnya. Bahan, kandungan atau komponen hampir sama; desain, potongan, warna, rasa, bahkan kemasan, juga tak banyak berbeda; distribusi pun praktis menggunakan saluran yang sama. Alhasil yang terjadi adalah perang harga untuk berebut pelanggan. Atau meminjam istilah W. Chan Kim dan Ren�e Mauborgne dalam Blue Ocean Strategy, kebanyakan produsen tercebur di Red Ocean yang tengah dilamun badai dan Tsunami karena kompetisi ketat.

Merek adalah salah satu faktor pembeda yang bisa menggiring kita menuju Blue Ocean, samudra yang tenang dan damai yang jauh dari gelombang, di mana kita tak terusik karena punya keunggulan yang tak dimiliki merek lain. Tak heranlah, Kim dan Mauborgne memberi anak judul bukunya How to Create Uncontested Market Space and Make the Competition Irrelevant. Tentu saja, untuk menciptakan merek yang kokoh seperti ini ada jalan panjang yang harus ditempuh. Kita harus mengembangkan produk yang berbeda (diferensiasinya jelas), berkualitas (brand value dan perceived quality) unggul, sehingga bisa memosisikan produk dengan baik dan membidik pasar yang menguntungkan. Pendek kata, kita harus menjalankan semua bauran pemasaran dengan baik, dan tak kalah penting memberikan layanan prima.

Ingat, pelanggan di masa kini adalah pelanggan yang sangat penuntut (demanding) dan berkiblat pada nilai (value oriented). Mereka tak ragu menggesek kartu kreditnya bila puas terhadap merek yang dibelinya. Buktinya? Lihat saja premium brand. Misalnya antara merek Escada dengan merek F di atas. Atau berbagai merek yang kini membuka franchise di seantero penjuru dunia. McDonald�s dan Pizza Hut tetap dipenuhi pelanggan setianya meski banyak pilihan lain tersedia. Di skala lokal, ada Bakmi GM yang selalu diantre pelanggannya pada jam-jam makan siang.

Kenyataan bahwa ada sejumlah merek lokal (Kecap Bango, AdeS, dan sebagainya) yang diakuisisi pemain global (Unilever, The Coca-Cola Company) dengan harga (sangat) mahal jauh di atas nilai pabrik dan investasi produksinya merupakan fakta pentingnya merek dalam penetrasi pasar yang overcrowded.

Jangan buru-buru gentar karena berasumsi untuk membangun merek yang kuat butuh investasi gila-gilaan. Di bagian lain dari rangkaian Sajian Utama itu kami kupas bagaimana cara efisien membangun merek yang kokoh. Kalau bisa murah, kenapa pilih yang mahal?


PUSTAKA
Poeradisastra, Teguh. 2006. Membangun Aset Paling Berharga.
Everything should be as simple as possible, and no simpler.
-- Albert Einstein

I hear and I forget. I see and I remember. I do and
I understand.
-- Confucius

Postingan artikel dari Pak Goenardjoadi, penulis buku:


- Menjadi Kaya Dengan Hati Nurani
- Mata Air Untuk Dahaga Jiwaku
- Pelangi Entrepreneur
- Marketing Dengan Nurani (terbit September)
- Manajemen Berbasis Nurani (belum terbit)

Semoga bermanfaat.


====================================================
ESCU:: kemana uang pergi?


halo sahabat,

saat ini hampir semua orang mengeluh, kemana uang
pergi?

rasanya semua merasakan langkanya uang, uang
menyusut...

kalau dipikir, pada pergi kemana uang selama ini? kok
bisa saat inis emua kekurangan uang..

aneh...

sebenarnya, kita harus pelajari dulu arti uang.

uang itu sebenarnya adalah immaterial atau sesuatu
yang imajiner..

kok begitu?

misalnya dulu kita beli rumah di bintaro Jaya Rp 45
juta.... jalan 3 tahun dijual harganya naik Rp 87
juta. Lalu kita beli rumah Rp 180 juta.... harganya
naik.

Rumah Bintaro yang dibeli orang tadi Rp 87 juta....
jalan 5 tahun dijual harganya Rp 270 juta. Dari sana
timbulah profit, atau keuntungan yang menjadi uang.

kalau dibelanjakan di Carrefour bisa untuk belanja
sehari-hari, lumayan.

Dulu orang beli property pasti harganya naik.

dapat uang...

uang untuk belanja...

kalau harganya naik, kalau ekonomi berjalan lancar.

Tiba tahun 2005, terjadi Tsunami ekonomi kenaikan BBM
100% bulan Oktober 2005. Ditambah pungutan-pungutan
yang istilah bank Dunia pemerasan dari birokrasi.

hasilnya, daya beli menurun, dan produktivitas menurun
karena ekonomi biaya tinggi.

Hasilnya harga rumah jatuh.,..

Rumah yang pasaran Rp 700 juta harus dijual harga Rp
500 juta. Rugi Rp 200 juta...

Apartemen beli Rp 565 juta dijual Rp 510 juta,
menanggung kerugian + bunga bank Rp 100 juta....

Beli Mobil Rp 160 juta.... dijual Rp 80 juta rugi Rp
80 juta.....

Kerugian-kerugian itulah yang membuat uang menyusut.

uang pergi.

pergi kemana?

gak kemana-mana... tapi menguap.

sifatnya imajiner.

kadang ada optimisme, maka ekonomi membaik harga naik,
ada uang.

kalau ekonomi memburuk, tidak optimis, maka harga
turun, uang menyusut.

kalau dulu rumah anda di Permata Hijau harganya Rp 1
Milyar = US$500,000

sekarang harganya Rp 3 Milyar = US$ 300,000 kalau mau
dijual cepat laku Rp 2 Milyar = US$ 200,000

kemana yang US$ 300,000 selisihnya? gak ada, hilang,
namanya nilai asset, hanya nilai doang, kecuali kalau
waktu dulu dijual, dibelikan emas, atau US$, masih ada
nilainya..

kalau sekarang menyusut, kemana uangnya?

gak ada, semua itu sifatnya imajiner.

oleh karena itu, kalau anda masih menginginkan untuk
menumpuk kekayaan atau uang, ingat, semua itu sifatnya
imajiner, pas giliran kerusuhan Mei 1998 harga Mercy
Rp 5 juta.

apa yang tidak menyusut?

manfaat. Manfaat kita bagi orang lain, baik itu
berbentuk menjadi uang, atau tabungan manfaat. Itu
yang sifatnya kekal. Dibawa ke Surga berbentuk Amanah
dan pahala.

salam,
Goenardjoadi Goenawan
ENTREPRENEUR & SPORT COMPASSION UNIVERSITY
Ki Mantab :: .Net Framework

Ini adalah cerita fiktif yang bernuasa teknologi. Cerita ini
merupakan cerita pertama .Sebelum masuk ke cerita, mungkin diperkenalkan
terlebih dulu tokoh penting yaitu Ki Mantab (KM) adalah guru spiritual
yang bisa dihubungin melalui jarak jauh dan Bejo (BJ) adalah anak
mahasiswa yang kuliah di salah satu kampus di Jawa.

BJ

Selamat malam Ki Mantab

KM

Selamat malam anakku, bagaimana keadaan kuliahmu hari ini?

BJ

Kuliahku baik-baik aja tapi ada siang ada keramaian dikampus yaitu
ada seminar. Saya sendiri tidak mengikuti seminar tersebut cuman
waktu dikelas banyak teman-teman berdiskusi tentang Dotnet
(temanku menulisnya .NET). Ki manteb tahu apa itu .NET ?

KM

.NET itu merupakan suatu framework software yang mirip dengan apa
yang kau pelajari dikampus yaitu Java dimana .NET juga mempunyai
virtual machine yang merubah code menjadi Intermediate Language
(IL) dan jika kita eksekusi maka IL code ini diubah ke machine code.

BJ

Sejak kapan .NET muncul?

KM

Ki mantab tidak tahu persisnya tetapi teknologi .NET pertama kali
diperkenalkan oleh Bill Gate , dia adalah CEO dari Microsoft yaitu
perusahan yang membuat .NET ini , pada 20 juni 2000 ketika acara
Forum 2000 dimana Bill Gate menjelaskan visi dari teknologi .NET

BJ

Kalau saya memakai .NET, Operating System apa yang harus dipakai?

KM

Runtime .NET hanya bisa running di OS Windows 98/ME, NT, 2000, XP,
2003 dan OS generasi selanjutnya.

Khsusus untuk ASP.NET disisi development harus
diinstall IIS dan jika OS tidak mempunya IIS seperti XP Home
edition maka bisa diinstall Cassini Web Server, ini dapat didownload di
www.asp.net

Pada awalnya .NET memang tidak dirancang untuk OS Linux tetapi
para komunitas .NET telah berhasil membuat tiruan framework .NET
yang berjalan di OS Linux yaitu project Mono, framework Mono dapat
didownload di www.mono-project. com

BJ

Ki Mantab, kenapa ini disebut .NET ?

KM

Hmm..anakku, ki mantab juga tidak tahu kenapa disebut .NET, kok
tidak disebut .NOT. Mungkin bisa nanya ke Mr. Bill Gate

BJ

Tool apa yang saya dapat gunakan untuk membuat aplikasi .NET ?

KM

Anakku, banyak tool yang dapat digunakan untuk membuat aplikasi
.NET. Berikut ini Ki mantab sebutkan mulai dari tool yang gratis
hingga commercial

* .NET Framework SDK, ini adalah SDK framework .NET,
gratis dan juga sudah disediakan command-line compiler untuk
C++, C#, VB.NET serta tool-tool lain untuk
mendukung pembuatan aplikasi .NET. SDK ini dapat didownload di
http://msdn. microsoft. com/netframework

* ASP.NET Web Matrix, ini adalah tool
untuk membuat aplikasi ASP.NET , gratis dan juga
telah disediakan mini web server untuk OS yang tidak mempunyai web
server seperti OS Windows XP Home Edition. Tool ini dapat didownload
di www.asp.net
* SharpDevelop, tool gratis yang dikembangkan oleh
komunitas .NET yang dapat digunakan untuk membuat aplikasi
.NET yang dulu hanya untuk bahasa C# tapi sekarang sudah
dapat membuat aplikasi VB.NET . Tool ini juga
dilengkapi dengan N-unit untuk testing dan semua ini dapat
didownload di http://www.icsharpc ode.net/OpenSour ce/SD/default. asp

* Visual Studio.NET , tool ini tidak gratis alias
komersial yang dibuat oleh Microsoft. Banyak kelebihan yang
didapat ketika memakai tool ini untuk membuat aplikasi .NET.
Untuk informasi detail nya: http://msdn. microsoft. com

* C# Builder, tool ini juga komersial yang dibuat oleh
Borland. Tool ini mempunyai kelebihan untuk mengintegrasikan
code-code Delphi dan java kedalam C#. Untuk informasi
detailnya http://www.borland. com
* Dan banyak lagi tool yang lainnya...

Oleh karena itu tidak ada alasan bahwa belajar.NET susah karena
tool nya komersial. Banyak yang juga yang gratisan

BJ

Kalau saran Ki mantab bagaimana?

KM

Anakku, ini pertanyaan yang susah. Semua akan kembali ke
masing-masing style dari orang yang membuat applikasi .NET. Baik
gratisan maupun komersial mempunyai kelebihan masing-masing.

Kalau mempunyai uang banyak, Ki mantab menyarankan untuk membeli
tool komersial karena kelebihan fitur yang disediakan yang mana
dapat menurunkan development time. Disamping itu, dukungan technical
support dari pihak pembuat tool tersebut juga sangat berguna ketika masa
development.

BJ

Balik lag ke topik .NET, mungkin Ki mantab bisa menjelaskan detail
dari .NET terutama dibagian Framework nya.

KM

.NET itu hadir sebagai jawaban dari permasalahan persistance API.
Kita ketahui bersama sebelum .NET, API dimasing-masing OS itu
kadangkala nya berbeda. Nah, dengan hadir nya .NET diharapkan
masalah Gap API antar OS dapat diselesaikan. Sebagai contoh
menampilkan MessageBox

HWND hwndMain = CreateWindowEx(
0, "MainWClass" , "Main Window",
WS_OVERLAPPEDWINDOW | WS_HSCROLL | WS_VSCROLL,
CW_USEDEFAULT, CW_USEDEFAULT,
CW_USEDEFAULT, CW_USEDEFAULT,
(HWND)NULL, (HMENU)NULL, hInstance, NULL);
ShowWindow(hwndMain , SW_SHOWDEFAULT) ;
UpdateWindow( hwndMain) ;

Parameter CreateWindowEx, kadangkalanya tidak ada di Windows
98/2000 dibandingkan OS Windows 2003. Dengan .NET dapat
menyederhanakan code diatas tanpa pusing apakah pakai Windows
98/2000 ataupun 2003

Form form = new Form();
form.Text = "Main Window";
form.Show();

BJ

Terus mengenai Frameworknya bagaimana?

KM

.NET Framework sendiri, Ki mantab bisa gambar seperti ini

Framework .NET terdiri dari

* Common Language Runtime
* Base Class Library
* Library .NET
* Common Language Specification

BJ

Oh...mungkin Ki mantab bisa menjelaskan dari bawah keatas, mungkin
dimulai dengan apakah itu Common Language Runtime?

KM

CLR (Common Language Runtime) bisa dikatakan sebagai jembatan
antara framework .NET dengan OS. CLR ini yang bertanggun jawab
untuk beberapa urusan seperti

* Manajemen memory
* Manjemen object life yang telah dibuat oleh code .NET
* Manajemen threading
* Interaksi dengan OS dalam level machine code
* Mengubah dari code IL menjadi machine code

Ki mantab bisa gambarkan diagram dari CLR seperti ini

BJ

Ki mantab, bagaimana peranan CLR mulai dari code yang kemudian di
eksekusi?

KM

CLR merupakan core dari framework .NET, proses eksekusi/kompilasi
code .NET melibatkan CLR bisa dilihat pada gambar dibawah ini

* Mula-mula code dicompile menjadi IL+Meta Data
* Didalam Meta data berisi informasi tentang lokasi file,
library yang digunakan ..dan sebagainya
* Ketika code ini dieksekusi maka JIT yang dibantu CLR mengubah
code IL menjadi Machine code

BJ

Oh begitu ya..terus bagaimana bagian yang berwarna ungu dari
framework .NET?

KM

Yang berwarna ungu merupakan kumpulan kelas-kelas/ library yang
dapat digunakan oleh aplikasi-aplikasi .NET.Library tersebut
seperti tergambar dibawah ini

Disini library .NET sangatlah banyak sekali sehingga saran Ki
mantab tidak perlu dihafal semua library. Semakin banyak membuat
aplikasi .NET semakin lama makin hafal sendiri

BJ

Terus bagaimana peranan Common Language Specification?

KM

Common Language Specification (CLS) merupakan jembatan antara
bahasa .NET dengan bahasa Framework sehingga memungkinkan .NET dapat
dicoding dengan berbagai bahasa pemrograman seperti C++, C#, VB, J#,
Cobol...

BJ

Bagaimana cara memilih bahasa pemrograman .NET ?

KM

Anakku, .NET menawarkan banyak pilihan bahasa yang dapat digunakan
untuk membuat aplikasi .NET. Semua akan tergantung dari style
masing-masing orang. Jika dulu pernah coding C/C++/Java maka akan lebih
enak menggunakan bahasa C# sebagai bahasa .NET tetapi mereka yang
mempunyai background di VB maka akan sangat bagus untuk menggunakan
VB.NET

BJ

Saya mempunyai bakground bahasa pemrograman bahasa java, bagaimana
strateginya untuk belajar .NET?

KM

Kalau mempunyai background java, Ki mantab menyarankan untuk
menggunakan C# karena baik java maupun C# mempunyai kemiripan sintak dan
style

BJ

Bagaimana teman-teman saya yang mempunyai background di VB?

KM

Untuk yang mempunyai background VB, Ki mantab menyarankan untuk
membuang jauh-jauh VB nya,cukup ambil sedikit sintak dan kemudian fokus
ke VB.NET terutama dibagian OO (object-oritented) nya

BJ

Ah, kenapa mesti dibuang jauh-jauh VB ketika belajar VB.NET


KM

Ya, anakku..memang harus dibuang jauh-jauh VB nya ketika belajar
VB.NET , ambil sintak VB nya saja karena ada paradigma
yang baru pada .NET dimana sangat berbeda di VB6 terutama
paradigma OOP. Di .NET semua harus support OO sehingga yang VB6
dulu gak bisa OOP maka ketika di .NET harus support OOP.

BJ

Ki mantab, tadi sore saya sudah mencoba membuat aplikasi .NET
dengan menggunakan tool Visual Studio .NET 2003 tetapi
teman-temanku bilang sudah muncul Visual Studio 2005 beta 2. Apakah saya
menunda belajar .NET nya sampai muncul Visual Studio 2005

KM

Anakku, Ki mantab mengingatkan bahwa .NET itu tidak sama dengan
Visual Studio. Visual Studio merupakan salah satu tool untuk
membuat aplikasi .NET. Jadi sebaiknya fokus ke bahasa .NET. Kalau kita
hanya fokus ke tool misalkan sekarang pakai tool Visual Studio 2003
kemudian muncul Visual Studio 2005, belum belajar tool Visual Studio
2005 nanti muncul Visual Studio 2006...padahal esensialnya bukan
di tool.

Ki mantab takut ketika tidak mempunyai tool Visual Studio, kita
tidak bisa coding .NET...itu kesalahan besar..banyak cara dan tool
untuk membuat aplikasi .NET jadi fokus ke bahasa .NET dan solusi.

BJ

Alangkah enaknya kalau saya belajar .NET secara bersama-sama tidak
sendirian. Adakah solusinya?

KM

Coba bergabung ke komunitas .NET Indonesia (INDC)
www.netindonesia. net . Disamping itu,
juga sudah disediakan milis dotnet. Cara mendaftarnya cukup dengan
kirim email kosong ke dotnet-subscribe@ netindonesia. net
dan milis C# indonesia
http://groups. yahoo.com/ group/csharp_ indo <../csharp_indo>

BJ

Adakah resource mengenai .NET yang berbahasa indonesia?

KM

Anakku, kamu bisa mengunjungi website komunitas .NET (INDC)
www.netindonesia. net dan juga project
otak. Project otak merupakan project komunitas yang bertujuan
untuk menyediakan resource tentang teknologi .NET dalam bentuk
e-book gratis berbahasa indonesia. Portal project otak :
http://otak. csharpindonesia. net dan
www.project- otak.org (msh dalam under
development)

Author Unknown